Filsuf Kuno

Anaximenes yang hidup pada abad ke 6 S.M., masih satu generasi dengan Anaximander dan juga dianggap sebagai seorang “filsuf alam”, kira-kira mempunyai pendapat yang sama juga dengan Thales dan Anaximander. Bedanya ia berpendapat bahwa zat yang awal ada adalah udara. Ia berpendapat begini karena menganggap bahwa semuanya di alam semesta dirasuki dengan udara. Juga jiwa manusia adalah udara.
Di sini ada hal yang menarik, dalam bahasa-bahasa Semitik, seperti bahasa Arab dan bahasa Ibrani, kata untuk “nafas” dan “roh” sama.
Aristoteles (Bahasa Yunani: ‘Aριστοτέλης Aristotélēs), (384 SM – 322 SM) adalah seorang filsuf Yunani, murid dari Plato dan guru dari Alexander yang Agung. Ia menulis berbagai subyek yang berbeda, termasuk fisika, metafisika, puisi, logika, retorika, politik, pemerintahan, etnis, biologi dan zoologi. Bersama dengan Socrates dan Plato, ia dianggap menjadi seorang di antara tiga orang filsuf yang paling berpengaruh di pemikiran Barat.
Crantor (bahasa Yunani: Κράντωρ) adalah filsuf Yunani dari Akademi kuno, lahir pada pertengahan abad ke-4 SM di Soli di Cilicia. Crantor pindah ke Athena untuk mempelajari filsafat, dimana ia menjadi murid Xenocrates. Contoh karya dari Crantor adalah Diogenes Laërtius. Crantor juyga merupakan pengikut Plato pertama yang menulis komentar mengenai karya gurunya.
Diogenes Sinope (Bahasa Yunani: Διογένης ὁ Σινωπεύς Diogenes ho Sinopeus) , seorang filsuf Yunani, lahir di Sinope (sekarang kota Sinop, Turki, pada tahun 412 SM (menurut beberapa sumber 404 SM), dan wafat di Korintus. Rincian yang diketahui tentang kehidupannya berasal dari anekdot-anekdot yang ditulis oleh Diogenes Laërtius, dalam bukunya Hidup dan Pendapat Para Filsuf Ternama(Bahasa Yunani: Βίοι καὶ γνῶμαι τῶν ἐν φιλοσοφίᾳ εὐδοκιμησάντων).
Diogenes Sinope diasingkan dari kota kelahirannya, dan kemudian pindah ke Athena. Di sana dia menjadi pengikut Antisthenes, yang pernah menjadi murid Sokrates. Diogenes yang menjadikan jalanan Athena sebagai rumahnya menjunjung kemiskinan ekstrim sebagai nilai yang patut dipuji. Dia dikatakan hidup di dalam gentong besar. Dia disebut pernah berjalan di jalan-jalan membawa lampu di siang hari, sambil berkata bahwa dia mencari manusia namun tidak mampu menemukannya.
Pada akhirnya dia bermukim di Korintus, tempat dia terus mengikuti ideal seorang sinis tentang berdiri di atas kaki sendiri: hidup yang alamiah dan tidak tergantung kepada kemewahan peradaban.
Pythagoras (582 SM – 496 SM, bahasa Yunani: Πυθαγόρας) adalah seorang matematikawan dan filsuf Yunani yang paling dikenal melalui teoremanya.
Dikenal sebagai “Bapak Bilangan”, dia memberikan sumbangan yang penting terhadap filsafat dan ajaran keagamaan pada akhir abad ke-6 SM. Kehidupan dan ajarannya tidak begitu jelas akibat banyaknya legenda dan kisah-kisah buatan mengenai dirinya.
Salah satu peninggalan Phytagoras yang terkenal adalah teorema Pythagoras, yang menyatakan bahwa kuadrat hipotenusa dari suatu segitiga siku-siku adalah sama dengan jumlah kuadrat dari kaki-kakinya (sisi-sisi siku-sikunya). Walaupun fakta di dalam teorema ini telah banyak diketahui sebelum lahirnya Pythagoras, namun teorema ini dikreditkan kepada Pythagoras karena ia lah yang pertama membuktikan pengamatan ini secara matematis.[1]
Pythagoras dan murid-muridnya percaya bahwa segala sesuatu di dunia ini berhubungan dengan matematika, dan merasa bahwa segalanya dapat diprediksikan dan diukur dalam siklus beritme. Ia percaya keindahan matematika disebabkan segala fenomena alam dapat dinyatakan dalam bilangan-bilangan atau perbandingan bilangan. Terdapat legenda yang menyatakan bahwa ketika muridnya Hippasus menemukan bahwa , hipotenusa dari segitiga siku-siku sama kaki dengan sisi siku-siku masing-masing 1, adalah bilangan irasional, murid-murid Pythagoras lainnya memutuskan untuk membunuhnya karena tidak dapat membantah bukti yang diajukan Hippasus.[2]
Socrates (Bahasa Yunani Σωκράτης, Sǒcratēs) (470 SM – 399 SM) adalah filsuf dari Athena, Yunani dan merupakan salah satu figur tradisi filosofis Barat yang paling penting. Socrates lahir di Athena, dan merupakan generasi pertama dari tiga ahli filsafat besar dari Yunani, yaitu Socrates, Plato dan Aristoteles. Socrates adalah yang mengajar Plato, dan Plato pada gilirannya juga mengajar Aristoteles.
Pengajaran
Socrates diperkirakan berprofesi sebagai seorang ahli bangunan (stone mason) untuk mencukupi hidupnya. Penampilan fisiknya pendek dan tidak tampan, akan tetapi karena pesona, karakter dan kepandaiannya ia dapat membuat para aristokrat muda Athena saat itu untuk membentuk kelompok yang belajar kepadanya.
Metode pembelajaran Socrates bukanlah dengan cara menjelaskan, melainkan dengan cara mengajukan pertanyaan, menunjukkan kesalahan logika dari jawaban, serta dengan menanyakan lebih jauh lagi, sehingga para siswanya terlatih untuk mampu memperjelas ide-ide mereka sendiri dan dapat mendefinisikan konsep-konsep yang mereka maksud dengan mendetail.
Socrates sediri tidak pernah diketahui menuliskan buah pikirannya. Kebanyakan yang kita ketahui mengenai buah pikiran Socrates berasal dari catatan oleh Plato, Xenophone (430-357) SM, dan siswa-siswa lainnya.
[sunting] Filosofi
Salah satu catatan Plato yang terkenal adalah Dialogue, yang isinya berupa percakapan antara dua orang pria tentang berbagai topik filsafat. Socrates percaya bahwa manusia ada untuk suatu tujuan, dan bahwa salah dan benar memainkan peranan yang penting dalam mendefinisikan hubungan seseorang dengan lingkungan dan sesamanya. Sebagai seorang pengajar, Socrates dikenang karena keahliannya dalam berbicara dan kepandaian pemikirannya. Socrates percaya bahwa kebaikan berasal dari pengetahuan diri, dan bahwa manusia pada dasarnya adalah jujur, dan bahwa kejahatan merupakan suatu upaya akibat salah pengarahan yang membebani kondisi seseorang. Pepatahnya yang terkenal: “Kenalilah dirimu”.
Socrates percaya bahwa pemerintahan yang ideal harus melibatkan orang-orang yang bijak, yang dipersiapkan dengan baik, dan mengatur kebaikan-kebaikan untuk masyarakat. Ia juga dikenang karena menjelaskan gagasan sistematis bagi pembelajaran mengenai keseimbangan alami lingkungan, yang kemudian akan mengarah pada perkembangan metode ilmu pengetahuan.
Kematian
Socrates percaya akan gagasan mengenai gaya tunggal dan transenden yang ada di balik pergerakan alam ini. Dengan demikian, Socrates memiliki pandangan yang bertentangan dengan kepercayaan umum masyarakat Yunani saat itu, yaitu kepercayaan pada kuil (oracle) dari dewa-dewa.
Pandangan yang ia bawa tersebut akhirnya membuatnya dipenjara dengan tuduhan merusak ahlak pemuda-pemuda Athena. Pengadilan dan cobaan yang dialaminya digambarkan dalam catatan Apology oleh Plato, sedangkan serangkaian percakapannya dengan para siswanya ketika ia dipenjara digambarkan dalam Phaedo, juga oleh Plato. Bagaimanapun, Socrates dinyatakan bersalah dan ia ditawarkan untuk bunuh diri dengan meminum racun. Penawaran tersebut diterimanya dengan tenang, meskipun para siswanya telah berulangkali membujuknya untuk melarikan diri. Menurut Phaedo, Socrates meninggal dengan tenang dengan dikelilingi oleh kawan-kawan dan siswanya.
[sunting] Pengaruh
Sumbangsih Socrates yang terpenting bagi pemikiran Barat adalah metode penyelidikannya, yang dikenal sebagai metode elenchos, yang banyak diterapkan untuk menguji konsep moral yang pokok. Karena itu, Socrates dikenal sebagai bapak dan sumber etika atau filsafat moral, dan juga filsafat secara umum.
Theophrastus (Bahasa Yunani Θεόφραστος, lahir 370 SM — wafat 285 SM), adalah seorang filsuf Yunani Kuno. Ia merupakan penerus Aristoteles di sekolah Peripatetik, dan ia sendiri berasal dari Eressos di Pulau Lesbos. Kisah hidup dan biografinya diceritakan dalam Hidup dan Pendapat dari Para Filsuf Terkemuka karangan Diogenes Laertius. Nama depannya adalah Tyrtamus, namun kemudian ia dipanggil dengan nama “Theosprastos”, yang diberikan oleh Aristoteles kepadanya. Menurut beberapa sumber, nama ayahnya adalah Messapus, yang menikah dengan Argiope dan juga ayah dari Cecyron, tapi ini belum dipastikan.
Ia pertama kali mengenal filosofi dari Leucippus atau Alcippus di Lesbos. Setelah itu ia pergi ke Athena, dan menjadi anggota kelompok Plato. Setelah meninggalnya Plato, Theophrastus mengikuti Aristoteles, dan menemaninya ke Stagira. Disana ia berteman akrab dengan Callisthenes, yang kemudian belajar bersama-sama Aleksander Agung.
Aristoteles menjadikannya sebagai wali dari anak-anaknya, serta mewariskan perpustakaan dan karya-karya aslinya pada Theophrastus[1] dan mengangkatnya sebagai penerusnya di Lyceum (sekolah Yunani). Eudemus dari Rhodes juga menginginkan jabatan tersebut, dan Aristoxenus disebutkan marah atas pilihan Aristoteles. Dalam pimpinannya sekolah tersebut menjadi sangat maju–menurut Diogenes jumlah siswa pernah mencapai 2000. Menander merupakan salah satu muridnya. Theosprastus sangat terkenal pada zamannya, ia dihormati oleh Philip II, Cassander dan Ptolemy.
Theophrastus memimpin sekolah Peripatetic selama 35 tahun, dan meninggal pada umur 85, menurut Diogenes. Konon ia berkata “Kita meninggal ketika kita baru mulai hidup.” Ia lalu dimakamkan secara besar-besaran, dan “seluruh rakyat Athena, amat menghormatinya, mengantarnya ke kuburnya” (Diogenes Laertius).
Timaeus dari Locri (Latin: Timaeus Locrus) adalah filsuf Yunani yang hidup pada abad ke-5 SM.
Ia muncul dalam dialog karya Plato Timaeus, dimana ia dikatakan berasal dari Locri di Italia.
Ia juga muncul sebagai pembicara dalam salah satu dialog Plato Critias.
Xenocrates (Ξενοκράτης) dari Chalcedon (396–314 SM) adalah filsuf dan matematikawan Yunani Kuno dan pemimpin Akademi Plato dari tahun 339 hingga 314 SM. Pengajarannya mengikuti Plato, dimana ia mencoba untuk mendefinisi lebih dekat dengan elemen matematika.

Anaxagoras adalah filsuf Yunani (500-428 SM) yang berasal dari Clazomenae di Asia Minor.
Anaximander (bahasa Yunani: Ἀναξίμανδρος; 610 SM – 546 SM) adalah siswa Thales; sang filsuf pertama. Ia hidup pada abad ke 6 S.M. di Miletos pula. Berbeda dengan Thales, ia berpendapat bahwa permulaan yang pertama, tidaklah bisa ditentukan (apeiron), karena tidaklah memiliki sifat-sifat zat yang ada sekarang. Sama seperti Thales, Anaximander juga seorang “filsuf alam”. Filsuf alam lainnya adalah Anaximenes

Demokreitos (bahasa Yunani: Δημοκρiτος, bahasa Inggris: Democritus) yang hidup pada tahun 460–370 SM adalah seorang filsuf Yunani sebelum masa Sokrates.
Ia mengembangkan teori mengenai atom sebagai dasar materi. Karyanya dijadikan sebagai pelopor ilmu fisika materi yang menutup kemungkinan akan adanya intervensi Tuhan atau dewa. Demokreitos juga menjadi orang pertama yang berpendapat bahwa galaksi Bimasakti merupakan kumpulan cahaya gugusan bintang yang letaknya saling berjauhan.
Empedokles (484-424 SM) adalah seorang filsuf Yunani sebelum masa Sokrates. Ia tinggal di Agrigentum, Sisilia.
Empedokles berpendapat bahwa materi terdiri atas empat unsur dasar yang ia sebut sebagai akar, yaitu air, tanah, udara, dan api. Selain itu, ia menambahkan satu unsur lagi yang ia sebut cinta (philia). Hal ini dilakukannya untuk menerangkan adanya keterikatan dari satu unsur ke unsur lainnya.
Empedokles juga dikenal sebagai seorang yang mistis dan juga pandai menjadi penyair. Konon ia mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri dengan cara menceburkan diri ke Gunung Etna di Sisilia.
Plato juga dapat berarti dataran tinggi
/wiki/Berkas:Plato-raphael.jpg /wiki/Berkas:Plato-raphael.jpg
/wiki/Berkas:Plato-raphael.jpg /wiki/Berkas:Plato-raphael.jpgPlato
Plato (bahasa Yunani Πλάτων) (lahir sekitar 427 SM – meninggal sekitar 347 SM) adalah filsuf Yunani yang sangat berpengaruh, murid Socrates dan guru dari Aristoteles. Karyanya yang paling terkenal ialah Republik (dalam bahasa Yunani Πολιτεία atau Politeia, “negeri”) di mana ia menguraikan garis besar pandangannya pada keadaan “ideal”. Dia juga menulis ‘Hukum’ dan banyak dialog di mana Socrates adalah peserta utama.
Sumbangsih Plato yang terpenting tentu saja adalah ilmunya mengenai ide. Dunia fana ini tiada lain hanyalah refleksi atau bayangan daripada dunia ideal. Di dunia ideal semuanya sangat sempurna. Hal ini tidak hanya merujuk kepada barang-barang kasar yang bisa dipegang saja, tetapi juga mengenai konsep-konsep pikiran, hasil buah intelektual. Misalkan saja konsep mengenai “kebajikan” dan “kebenaran”.
Salah satu perumpamaan Plato yang termasyhur adalah perumpaan tentang orang di gua.
Ada yang berpendapat bahwa Plato adalah filsuf terbesar dalam sejarah manusia. Semua karya falsafi yang ditulis setelah Plato, hanya merupakan “catatan kaki” karya-karyanya saja.

[sunting] Dialog-dialog Plato
Dialog awal:
• Apologi
• Kharmides
• Krito
• Euthyphro
• Alcibiades Pertama
• Hippias Mayor
• Hippias Minor
• Ion
• Lakhes
• Lysis
Dialog awal/pertengahan:
• Euthydemus
• Gorgias
• Menexenus
• Meno
• Protagoras
Dialog pertengahan:
• Kratylus
• Phaedo
• Phaedrus
• Republik
• Simposium
Dialog pertengahan-akhir:
• Parmenides
• Theaetetus
Dialog akhir:
• Sang Sofis
• Sang Negarawan
• Timaeus
• Kritias
• Philebus
• Hukum
Yang diragukan otentisitasnya:
• Klitophon
• Epinomis
• Surat-surat
• Hipparkhus
• Minos
• Para Kekasih yang Bersaing
• Alcibiades Kedua
• Theages

Thales (bahasa Yunani: Θαλης, 624-545 SM) dari Miletos, Yunani (sekarang bagian dari Turki) adalah filsuf pertama sebelum masa Sokrates. Menurutnya, zat utama yang menjadi dasar segala materi adalah air. Salah satu siswanya yang paling menonjol adalah Anaximander.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s